![]() |
||||||||||
|
||||||||||
|
SCHIAVONE KE BABAK KEDUA, NA LI MUNDUR
08 Sep 2008
![]() Bali, 8 September 2008 - Francesca Schiavone membuat langkah awal yang bagus pada Turnamen Sony Ericcson WTA Tour Commonwealth Bank Tennis Classic 2008 di lapangan tenis Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. Di babak pertama, Senin, Schiavone yang diunggulkan di tempat kelima mengalahkan petenis andalan tuan rumah, Sandy Gumulya dengan 6-2, 6-0. Meski tampak menang mudah, Schiavone, peringkat 27 dunia, memerlukan waktu sekitar satu jam 16 menit untuk mengalahkan petenis peringkat 265 ini. Sebenarnya, Sandy Gumulya mampu melakukan start yang bagus di awal pertandingan babak pertama dengan mematahkan servis Schiavone dan unggul 2-0. Namun, Schiavone tak memberi kesempatan kepada Sandy untuk mengembangkan permainannya dengan mematahkan servisnya untuk memperkecil ketinggalannya. Melalui pukulan-pukulan forehand kerasnya, Schiavone terus mendesak Sandy Gumulya untuk membuat kesalahan demi kesalahan. Kurangnya jam terbang mengikuti turnamen internasional, khususnya kelas dunia menjadi salah satu penyebab kekalahan Sandy dari Schiavone. Terutama masalah dalam konsistensi dalam pengembalian pukulan lawan. Di babak kedua, Schiavone makin meningkatkan tekanannya dengan mematahkan dua kali servis Sandy Gumulya dan unggul 4-0. “Saya kira dia petenis yang baik. Dia perlu berlatih lebih keras, apalagi dia masih muda,” ujar Schiavone. Menurut dia, Sandy membuat awal yang bagus tapi saya menerapkan permainan kelas dunia sehingga tidak mudah baginya untuk mengimbangi permainan saya. Saya kira dia bisa bertanding di turnamen professional dan bisa masuk ke dalam 100 besar dunia. “Hari ini saya bermain dengan baik dan pada akhirnya memang factor pengalaman yang membuat segalanya berbeda. Mulai dengan 3-2 di babak pertama hingga 3-0 di babak kedua. Dan Sandy kadang-kadang bermain bagus, kadang-kadang tidak.” Sementara itu, salah satu petenis asal Cina yang difavoritkan menjuarai Turnamen ini, Li Na menyatakan kekecewaannya karena terpaksa absen. Menurut Li Na, sebetulnya sudah lama lututnya cedera dan acap kali sembuh lalu kambuh lagi. Yang terakhir dia rasakan saat tampil pada turnamen Grand Slam AS Terbuka, minggu lalu. Dia sempat pulang ke Beijing sebelum bertolak ke Bali. Dia mencoba berlatih dan ternyata dia kesakitan. Setelah berkonsultasi dengan dokternya, dia disarankan untuk mengundurkan diri. Hari Selasa (9/9) ini Li kembali ke Beijing untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. “Sebetulnya saya ingin tampil tetapi kondisi saya tidak memungkinkan. Saya kecewa karena tidak dapat bermain di sini. Saya berharap tahun depan dapat tampil di sini,” kata Li. Hasil pertandingan lainnya, dua petenis Indonesia lainnya yang berlaga dibabak utama, belum mampu berbuat banyak. Ayu Fany Damayanti, peringkat 821 dunia harus mengakui keunggulan petenis Uzbekistan, peringkat 78 dunia, Akgul Amanmuradova, dengan 6-2, 6-1. Sedangkan Lavinia yang berperingkat 560 dunia bertekuk lutut 6-2, 6-3 melawan peringkat 55 dunia Marta Domachowska dari Polandia. Lavinia yang sebetulnya telah kalah di babak kualifikasi menjadi lucky looser atau diuntungkan sehingga dapat tampil di babak utama karena mundurnya unggulan keenam Li Na. Baik Sandy, Ayu, maupun Lavinia, semua mengaku kalah kelas dibandingkan lawan-lawan mereka. Para pemain Indonesia itu kalah segalanya, baik dari segi kematangan mental bertanding, kekuatan, maupun taktik bertanding. Hasil pertandingan tunggal lainnya hari Senin: Peng Shuai (Tiongkok/unggulan 9) vs Ayumi Morita (Jepang) 6-2, 6-1, Yuan Meng (Tiongkok) vs Yaroslava Shvedova (Kazakhstan) 5-7, 6-2, 7-5. Comments:
|
|
| Copyright
© 2007-2008 The Sea Tournament Company Sdn Bhd. All rights reserved. No portion of this website maybe reproduced, copied, or in anyway reused without written permission from The Sea Tournament Company Sdn Bhd |